PENGABDIAN MASYARAKAT POLITEKNIK MUHAMMADIYAH MAGELANG DI DESA SUTOPATI, KEC. KAJORAN

Dalam upaya membangun sinergitas dan kemiteraan antara Politeknik Muhammadiyah Magelang dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang, kedua belah pihak berupaya untuk menemukan titik temu kemiteraan apa yang bisa dilaksanakan. Satu dari beberapa upaya program kegiatan tersebut yaitu berupa Pengabdian Masyarakat bagi Dosen dan Mahasiswa.

Sebagai upaya optimalisasi keberhasilan program transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang menggandeng kerjasama dengan perguruan tinggi yang memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan literasi di Kabupaten Magelang, dalam hal ini yaitu dengan POLITEKNIK MUHAMMADIYAH MAGELANG (POLIMMAG). Melalui program TRIDHARMA Perguruan Tinggi POLIMMAG melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Terpadu (PMT) ke beberapa desa. Melalui surat dari Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang No. 041/714/17/200 tanggal 15 September 2020 tentang Observasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang menunjuk 4 Dosen dari Politeknik Muhammadiyah Magelang untuk melaksanakan observasi ke 4 desa yaitu; Desa Mangusari, Kec. Sawangan, Desa Wulungggunung Kec. Sawangan, Desa Ngablak, Kec. Ngablak, dan Desa Sutopati Kec. Kajoran.

Bigar Rahasia Siswa, S.Pd., M.Pd.B.I sebagai dosen yang ditunjuk untuk melaksanakan observasi kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Sutopati Kecamatan Kajoran kemudian menawarkan kepada Pemerintah Desa Sutopati agar dapat kiranya diperkenankan melaksanakan program pengabdian masyarakat di Perpustakaan Desa Sutopati. Usulan tersebut disampaikan Bigar Rahasia Siswa kepada Ketua Pengelola Perpusdes Sutopati Bapak Didik Widiyanto dan disambut dengan baik dan antusias, pihak pengelola Perpusdes Sutopati meminta program pengabdian masyarakat tersebut bisa dilaksanakan sekurang-kurangnya dalam waktu 10 hari.

Bermula dari kesepakatan itu akhirnya Bigar Rahasia Siswa sebagai inisiator pelaksana program pengabdian masyakat akhirya mengajak 2 orang mahasiswi untuk ikut bergabung dan membantu dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat. 2 Mahasiswi tersebut yaitu Itsna Qurotul A’yun dan Wuri Dwi Setianingsih. Pelaksanaan program pengabdian masyarakat disepakati mulai tanggal 19 Oktober 2020 s.d 30 Oktober 2020. Alhamdulilllah program pengabdian masyarakat tersebut bisa terlaksana dengan baik dan lancar selama 10 hari.

Pada pelaksanaan program pengabdian masyarakat tersebut Dosen dan Mahasiswa Politeknik Muhammadiyah Magelang membantu tentang tata kelola administrasi perpustakaan di desa Sutopati diantaranya berupa; membuatkan logo Perpusdes Sutopati, membuatkan desain papan nama Perpusdes Sutopati yang sebelumnya masih bertuliskan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sutopati karena memang sebelumnya Perpusdes Sutopati adalah dari TBM Sukoyoso. Disamping itu juga kegiatan yang dilaksanakan Dosen dan mahasiswa yaitu berupa membuatkan Buku Kunjungan Tamu, Buku Daftar Inventaris dan Koleksi Buku, Kartu Peminjam, formulir pendaftaran, Kartu Tanda Anggora, Tata Tertib, Struktur Pengurus Perpusdes Sutopati, Poster Motivasi untuk perpustakaan dan label klasifikasi buku pada rak buku.

Selama 10 hari pelaksanaan program pengabdian masyarakat penerimaan pihak desa dan pengelola Perpusdes Sutopati sangat baik dan sangat mendukung, bahkan berharap bahwa program pengabdian masyarakat tersebut tidak hanya 10 hari. Disamping tata kelola administrasi Perpustakaan Perpusdes Sutopati, Dosen dan Mahasiswa juga melaksanakan bimbingan belajar bahasa Inggris kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD) di Dusun sekitar Perpusdes Sutopati. Anak-anak terlihat sangat antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.

Diakhir pelaksanaan program pengabdian masyarakat Pengelola Perpusdes Sutopati berharap jalinan silaturahim terus terjalin dan ada program-program kegiatan pengabdian masyarakat di bidang yang lain seperti pelatihan kecakapan hidup berupa keterampilan komputer, bahasa Inggris, desain grafis dan lain sebagainya agar Desa Sutopati yang letaknya di lereng Gunung Sumbing bisa mengikuti era perkembangan jaman serta tidak mengalami kesenjangan sosial maupun gagap teknologi dan bisa sama dengan desa-desa lainnya di Kabupaten Magelang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *